sepatu

siapa pun bisa mendengar,

derap langkah di jalanan

Iklan

masa;

toreh:

kenang

Suatu Saat

…, jelas bukanku sendiri yang memicu
hanya saja secara kasat ku
adalah sebuah kertas
berminyak:
sepantas api membesar kemudian ku
menghilang lagi seperti yang sudah
sudah

suatu
saat, pada keliling
putar waktu akan kautemukan:
ku adalah lilin

terserahmu akan kaupadam lagi,
ku pasti menyala.

Sejenak Tadi

yang ku tak tahu apa yang terjadi
sejenak tadi; di luar sudah kering
sediakala

ku tak tahu hujan memanggil lewat
gemuruh genting, hanya sejuk
menyelinap pada celah-celah
yang ternyata memang
kuhiraukan

sedemikian rupa, memaksa masuk ke
alam gelap lalu meledakkan kembang
api menyala-
nyalakan kenangan atau
harapan

yang ku tahu apa yang terjadi
sejenak tadi; di dalam menyisakan tanda:
hujan pernah datang